![]() |
| Ketua PC PERTI Kabupaten Lima Puluh Kota, Buya H. Doni Rahmat, MA. Sumber foto: fb |
LIMA PULUH KOTA, triarganews.com – Momen mengharukan dalam Tabligh Akbar & Doa Bersama Pembangunan Mesjid Raya Perti di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Minggu (23/8/2026), bukanlah saat pengumuman jumlah sumbangan semen, melainkan ketika Ketua PC PERTI Kabupaten Lima Puluh Kota, Buya H. Doni Rahmat, MA, berdiri tegak menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada dua tokoh sentral yang mewakafkan tanah itu.
Di hadapan ratusan jamaah, tokoh adat, dan pejabat daerah termasuk Anggota DPRD Sumbar Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah, SH, Buya Doni menegaskan bahwa rencana besar pembangunan komplek masjid seluas 7.061 m² itu tidak akan pernah terwujud tanpa keikhlasan hati bapak Ir. Iswandi dan Usman Dt. Maliputi Alam yang telah mewakafkan tanahnya.
"Bukan Sekadar Tanah, Tapi Amal Jariyah Abadi"
Dalam sambutannya yang disampaikan dengan suara bergetar menahan haru, Buya Doni menyebut wakaf Ir. Iswandi sebagai "investasi akhirat yang nilainya melampaui hitungan materi".
"Tanah seluas 7.061 meter persegi ini adalah buah keikhlasan bapak Ir. Iswandi. Beliau telah mewakafkan tanahnya dengan penuh kesadaran bahwa kelak di sinilah generasi muda PERTI akan belajar Al-Qur'an, menuntut ilmu di Ma'had 'Ali, dan bersujud kepada Rabb-nya," ujar Buya Doni di atas panggung utama disamping baliho rencana pembangunan yang terpampang jelas.
Pernyataan ini langsung disambut tepuk tangan khidmat dari seluruh jamaah. Bagi Ir. Iswandi, mewakafkan tanah bukan sekadar melepas kepemilikan duniawi, tetapi meletakkan batu pertama bagi peradaban Islam yang akan terus mengalir pahalanya hingga kiamat.
Tidak kalah penting, Buya Doni juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Usman Dt. Maliputi Alam yang mewakafkan lahan untuk akses jalan menuju komplek lokasi rencana pembangunan masjid itu. Wakaf jalan oleh Dt. Maliputi Alam menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai adat dan Islam berjalan beriringan.
"Jalan ini merupakan jembatan kemudahan bagi para santri, jamaah, dan masyarakat umum kelak untuk datang beribadah tanpa halangan di sini. Keikhlasan Datuk dalam mewakafkan jalan ini adalah cerminan nilai-nilai adat yang menyatu dengan nilai-nilai keislaman," tegas Buya Doni.
Kehadiran Dt. Maliputi Alam di barisan depan tamu undangan menjadi simbol legitimasi budaya atas proyek kebanggaan umat ini. Tanpa jalan yang layak, masjid sebesar apa pun akan sulit diakses; dan tanpa restu masyarakat, pembangunan disini akan kehilangan ruh sosialnya.
Buya Doni menutup sambutannya dengan pesan keras kepada seluruh jamaah: "Dengan adanya wakaf dari Pak Ir. Iswandi dan Datuk Usman, fondasi fisik telah kokoh. Kini tugas kitalah mengisi fondasi tersebut dengan semangat berinfaq, berjihad melalui ilmu, dan menjaga amanah ini agar benar-benar menjadi mercusuar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah." (F. Malin Parmato).

.jpg)


Komentar0