TUMpTSOoTfrlGUY6GSr6GSW7BY==

Gubernur Sumbar: Bahasa Minang Terancam Punah 20 Tahun Lagi Tanpa Gerakan Kolektif



Bukittinggi, TriargaNews - Alarm bahaya bagi Bahasa Minangkabau resmi dibunyikan. Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut bahasa ibu orang Minang itu menghadapi ancaman serius dan berpotensi punah dalam dua dekade jika tidak ada upaya sistematis.

Peringatan itu disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zaki saat membuka Seminar Kebudayaan rangkaian International Minangkabau Literacy Festival 4, Jumat 5/6/2026 di Auditorium UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi.

“Anak-anak mulai merasa asing dengan bahasa daerah di rumah sendiri. Era digital mempercepat jarak generasi muda dari akar budaya. Mereka kehilangan akses terhadap khazanah sastra dan pepatah petitih,” kata Mahyeldi dalam sambutannya.

Ia menegaskan, Bahasa Minangkabau bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa ini adalah pilar utama identitas, cerminan adat, budaya, nilai, dan sejarah masyarakat Minang. Ungkapan, peribahasa, dan istilah Minang yang sarat makna jadi bukti penghormatan pada warisan leluhur.

Mahyeldi menyebut, tugas menyelamatkan bahasa ibu tak bisa hanya dibebankan ke Pemprov. “Peran kolektif masyarakat wajib. Apalagi di rumah tangga, sebagai sarana utama menjaga dan mempertahankan Bahasa Minangkabau,” tegasnya.

Ia juga menyoroti gempuran globalisasi dan Korean Wave yang menggerus identitas lokal. Nilai budaya mulai terkikis oleh gaya hidup dan pemikiran yang berkiblat ke Barat. Padahal falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” adalah identitas unik Minangkabau yang menyatukan adat dan agama.

Seminar IMLF-4 ini bertujuan merefleksikan arah perkembangan budaya Minang, khususnya aspek bahasa dan akhlak yang kian tergerus zaman.

Tampil sebagai pembicara Ketua LKAAM Bukittinggi Fery Chofa, LL.M, akademisi India Prithviraj Bhaskarrao Taur, Pimpinan Diniyah Puteri Padang Panjang Prof. Dr. Fauziah Fauzan, serta penyair dan kritikus sastra Swiss Laura Di Corcia. 

Hadir pula Wawako Bukittinggi Ibnu Asis, Kadis Perpustakaan Sumbar Jumaidi, Kadis Kebudayaan Syaiful Bahri, dan Ketua IMLF-4 Sastri Bakry.

Di momen yang sama, IMLF-4 juga meluncurkan 100 buku karya delegasi, penulis Sumbar, dan penulis Indonesia sebagai bagian dari rangkaian festival.(Elly) 





Komentar0

Posting Komentar

Type above and press Enter to search.