![]() |
| BUKITTINGGI, Foto bersama bapak Kasat Narkoba AKP Arvi SH,MH, dan Kompol Winedri S, Pd, M.H, Kasat Intel AKP Roni SH, beserta ketua SMSI dan Tim pelaksana ,serta Dewan Juri . (Dok TIM SMSI). Sumber foto: japos.co |
Bukittinggi, Triarga News — Gemerlap panggung dan lantunan lagu nostalgia mewarnai kawasan Stasiun Lambuang, Bukittinggi, saat Lomba Karaoke Golden Memories Se-Sumatera Barat digelar SMSI Kota Bukittinggi, Sabtu (19/9/2026).
Sebanyak 36 peserta tampil dalam kegiatan tersebut. Enam stand UMKM juga ikut meramaikan lokasi, menjadikan kegiatan bukan hanya sebagai ajang hiburan, tetapi sekaligus ruang promosi bagi pelaku usaha masyarakat.
Namun, di balik kemeriahan yang terlihat dari hadapan penonton, tersimpan cerita perjuangan yang tidak banyak diketahui.
Ketua Panitia Golden Memories, Linda Sari, menceritakan bahwa sehari sebelum acara digelar, tim SMSI Kota Bukittinggi justru menghadapi persoalan yang berpotensi mengganggu seluruh rangkaian kegiatan.
Apa yang sebelumnya telah dibicarakan dan disepakati bersama tiba-tiba terkendala. Padahal, menurut Linda, pembicaraan mengenai hal itu sebelumnya telah dilakukan.
Kondisi tersebut membuat tim harus mengambil keputusan cepat. Bukan lagi sekadar mempersiapkan acara, tetapi memastikan kegiatan tetap dapat berlangsung sesuai jadwal.
Malam 18 September 2026 menjadi malam panjang bagi tim yang terlibat dalam persiapan.
Mereka melaksanakan planning baru, sound system, perlengkapan, menghitung kembali anggaran hingga menyusun ulang konsep kegiatan.
Hujan deras yang turun malam itu tidak menghentikan langkah mereka.
Satu per satu kebutuhan akhirnya ditemukan. Tempat tersedia, sound system didapatkan dan berbagai perlengkapan mulai dipersiapkan. Namun, konsekuensinya muncul biaya tambahan yang sebelumnya tidak masuk dalam perhitungan.
Tim kemudian bergerak sesuai tugas masing-masing. Ada yang mengurus lokasi, mencari perlengkapan, memikirkan kebutuhan panggung, menghitung biaya hingga menghubungi pihak-pihak yang dapat membantu.
Menurut Linda, dalam kondisi tersebut tidak ada pilihan selain tetap mencari jalan keluar.
Ujian belum berhenti ketika hari pelaksanaan tiba.
Seorang MC yang sebelumnya telah dipersiapkan untuk memandu acara tiba-tiba membatalkan kehadirannya.
Waktu semakin dekat dengan dimulainya kegiatan.
Dalam situasi tersebut, tim kembali bergerak. Hanya sekitar 15 menit, mereka berhasil mendapatkan pengganti MC sehingga acara tetap dapat dilaksanakan.
Bagi penonton, pergantian pembawa acara mungkin terlihat sebagai persoalan kecil. Namun bagi panitia yang bekerja dengan waktu terbatas, kondisi tersebut menjadi salah satu momen yang cukup menentukan.
Di tengah keterbatasan tenaga dan waktu, tim SMSI akhirnya mampu memastikan panggung tetap berjalan.
Peserta tetap datang. Perlombaan berlangsung. Musik terdengar. Penonton menikmati penampilan peserta dan bazar UMKM tetap beraktivitas.
Bahkan ketika hujan kembali turun cukup deras, kegiatan tetap berusaha dilanjutkan.
Linda menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Ketua SMSI Kota Bukittinggi, Roni Novendra, serta kerja bersama tim.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Vani Rian Putra, Gusniati, Misnan Deni, Elly Syafni, Edwandi (Uncu), Rahma Dona Fitri dan Yulianti Novita Sari yang ikut bekerja sesuai peran masing-masing.
Apresiasi juga diberikan kepada dua dewan juri, M. Rasyid, A.Md. dan Jontra M.B., S.H., yang dinilai menjalankan tugas secara profesional.
Bagi Linda, Golden Memories akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita mengenai perlombaan dan siapa yang membawa pulang piala.
Kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman tentang bagaimana sebuah acara harus dipertahankan ketika menghadapi persoalan yang muncul pada saat-saat terakhir.
Di hadapan masyarakat, yang terlihat adalah panggung, musik, peserta yang bernyanyi dan suasana meriah. Namun di balik semua itu terdapat orang-orang yang bekerja hingga larut malam untuk memastikan acara tetap berlangsung.
Ada yang mencari tempat, mengejar perlengkapan, memikirkan anggaran, menghubungi berbagai pihak hingga mencari solusi ketika persoalan muncul.
“Golden Memories bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang membawa pulang piala,” demikian inti pesan Linda dalam ceritanya.
Bagi tim penyelenggara, kegiatan tersebut menjadi catatan tersendiri tentang keteguhan, kebersamaan dan tanggung jawab.
Sebab, sebuah kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Terkadang justru ketika berbagai persoalan datang bersamaan, kekuatan sebuah tim diuji.
Dan Golden Memories SMSI Kota Bukittinggi meninggalkan cerita itu—sebuah perjuangan yang mungkin tidak terlihat dari atas panggung, tetapi menjadi bagian penting dari kenangan orang-orang yang berada di balik penyelenggaraannya.
Pewarta: F. Malin Parmato

Komentar0