Foto: Acara penutupan KKNT Sumbar 2026 di Hall Universitas Fort de Kock Bukittinggi.
Bukittinggi - Dalam acara penutupan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Sumatera Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Hall Universitas Fort de Kock Bukittinggi, Deputi Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Promosi Universitas Budi Luhur, Jakarta, Prof.Dr. Arief Wibowo, M.Kom menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki dampak kepada lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.
KKNT Sumbar 2026 telah dilaksanakan sejak tanggal 31 Juli 2026, dengan daerah yang menjadi lokus kegiatan adalah Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Menurut Prof. Arief, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak atau KKNT Sumbar 2026 ini berkolaborasi dengan LLDIKTI Wilayah III yang menunjuk Vocal Point Universitas Budi Luhur Jakarta dan Wilayah X menunjuk Universitas Fort de Kock Bukittinggi sebagai Vocal Point di Sumatera Barat dengan tema "Bangkik Basamo Mambangun Nagari".
Sebelumnya, acara pembukaan kegiatan KKNT Sumbar 2026 telah berlangsung di Balairung kantor Bupati Agam, yang berlangsung pada tanggal 04 Agustus 2026. Pembukaan dihadiri secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd dan disaksikan oleh Bapak Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah,, Kepala lembaga LLDIKTI Wilayah X, Kepala lembaga LLDIKTI Wilayah III, Rektor Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta, beserta seluruh pimpinan Perguruan Tinggi yang ikut dalam kegiatan KKNT.
Foto: Rektor Universitas Fort de Kock Bukittinggi, Prof.Dr. Evi Hasnita S.Pd, Ns, M.Kes bersama Deputi Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Promosi Universitas Budi Luhur, Jakarta, Prof.Dr. Arief Wibowo, M.Kom disela acara penutupan KKNT Sumbar 2026.
"Kolaborasi ini telah menghasilkan rekor KKNT terbesar di Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 217 orang dari 34 Perguruan Tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya dan di Sumatera Barat pada umumnya," ucap Prof. Arief.
Sementara itu, Rektor Universitas Fort de Kock Bukittinggi, Prof.Dr. Evi Hasnita S.Pd, Ns, M.Kes, menambahkan bahwa daerah ini merupakan daerah yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor terparah di Sumatera Barat dengan korban jiwa yang tinggi.
Lanjut Prof. Evi, KKNT Sumbar 2026 bertujuan membangun kembali nagari dan memberikan bantuan-bantuan, baik moril maupun materil serta melaksanakan program-program yang dapat menjadi inisiasi untuk pemulihan pasca bencana di berbagai bidang.
"Salah satunya pemulihan yang tidak hanya fisik dan material, akan tetapi bagaimana pemulihan psikologis (taruma) pasca bencana melalui program taruma healing," ujar Rektor Universitas Fort de Kock Bukittinggi.
Adapun program-program yang di implementasikan adalah;
1. program pendidikan
2. program Kesehatan
3. Program Pertanian dan
4. Program Digitaliasi.
Foto: Rektor Universitas Fort de Kock Bukittinggi, Prof.Dr. Evi Hasnita S.Pd, Ns, M.Kes saat acara penutupan KKNT Sumbar 2026.
Dan acara penutupan KKNT Sumbar 2026 yang telah berlangsung di Hall Universitas Fort De Kock Bukittinggi pada tanggal 10 Agustus 2026 sekaligus menjadi malam keakraban antara Perguruan Tinggi Wilayah Jakarta dan Wilayah Sumbar.
Hadir dalam acara penutupan KKNT Sumbar 2026, diantaranya;
1. Rektor UFDK : Prof Dr. Hj Evi Hasnita, S.Pd, Ns, M.Kes
2. Deputi Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Promosi UBL : Prpf.Dr.Arief Wibowo, M.Kom
3. Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kec. Palembayan : Afdhal Usda, S.IP., M.M
4. Sambutan Ka.LLDIKTI Wily IiI (Video) Dr.Hemri Tambunan, S.E.M.A
5. Ka.LLDIKTI Wil X : Dr.Afdalisma, S.H, M.Pd
"Harapannya ke depan kegiatan dapat terlaksana secara berkelanjutan sehingga dampak terhadap masyarakat dapat lebih maksimal, dan Universitas Fort de Kock siap untuk terus mengabdi di masyarakat," tutup Prof.Dr. Evi. Hasnita, S.Pd, Ns, M.Kes (*)




Komentar0