TUMpTSOoTfrlGUY6GSr6GSW7BY==

APTKES Sumbar : Perguruan Tinggi Harus Aman, Tertib, Terjaga Martabatnya dan Bebas Kekerasaan

 

Foto: Universitas Fort de Kock anggota APTKES Sumbar.


Bukittinggi - Menyusul dugaan aksi kekerasan yang melibatkan oknum Satpol PP Kota Bukittinggi terhadap Dosen, Mahasiswa, Pegawai Kampus Fort De Kock, Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan (APTKES) Wilayah Sumatera Barat melayangkan pernyataan sikap tegas. 

APTKES menilai tindakan tersebut mencoreng marwah perguruan tinggi sebagai tempat menimba ilmu yang aman dan menjunjung tinggi nilai dialog.

"Kampus seharusnya menjadi wadah penyelesaian masalah secara bermartabat dan manusiawi, bukan tempat terjadinya aksi kekerasan terhadap sivitas akademika," ungkap Dr. Fanny Ayudia selaku Ketua APTKES Sumbar, pada Kamis (23/7/2026).

Seperti yang pernah dilansir oleh media sumbarkita.id, Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan (APTKES) Wilayah Sumatera Barat menyampaikan keprihatinan terhadap dugaan tindakan kekerasan yang dialami Dosen, Mahasiswa, Pegawai Kampus Universitas Fort De Kock Bukittinggi yang diduga dilakukan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi. 

Pihak APTKES berharap kasus ini diproses secara hukum secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku. Selain menyampaikan rasa empati kepada korban, APTKES berkomitmen penuh untuk mengawal terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang bebas dari kekerasan, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sambil menanti hasil investigasi resmi. 

Selain itu, APTKES Sumatera Barat berharap lingkungan perguruan tinggi yang merupakan ruang akademik yang harus dijaga keamanan, ketertiban, serta martabatnya. Setiap persoalan yang terjadi di lingkungan kampus seharusnya diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum, bukan dengan tindakan yang mengarah pada kekerasan. 

"Kami sangat menyayangkan apabila benar terjadi tindakan kekerasan terhadap sivitas akademika maupun tenaga kependidikan di lingkungan kampus. Kampus adalah tempat yang harus dijunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dialog, dan penyelesaian masalah secara bermartabat," ujar Ketua APTKES Wilayah Sumatera Barat.

APTKES Sumatera Barat mendorong agar peristiwa tersebut diusut secara objektif, transparan, dan profesional oleh pihak-pihak yang berwenang. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, proses penegakan hukum dan pemberian sanksi harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Untuk itu, APTKES Sumatera Barat mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian melalui dialog demi menjaga kondusivitas dunia pendidikan tinggi di Sumatera Barat. 

APTKES Sumatera Barat juga menyampaikan empati kepada para pegawai Kampus Fort De Kock Bukittinggi yang terdampak atas peristiwa tersebut serta berharap mereka memperoleh perlindungan hukum dan pendampingan yang diperlukan. 

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen APTKES Sumatera Barat dalam mendukung terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang aman, tertib, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang. (*)

Komentar0

Posting Komentar

Type above and press Enter to search.