TUMpTSOoTfrlGUY6GSr6GSW7BY==

Lapas Berbasis Pesantren di Suliki cetak Hafizd Qur'an

Suasana Qiyamullail di Lapas Kelas III Suliki, WBP melaksanakan giat shalat Tarawih di masjid Lapas pada malam petang Sabtu, 21 Februari 2026

Limapuluh Kota, Triarganews - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Suliki melaksanakan shalat taraweh begitu khusu' dengan Zauq mendalam, sehingga dzikir mereka terdengar lantang hingga ke luar pagar Lapas. Hal itu sebagaimana diskasikan oleh awak media ini ketika memberi pembinaan spiritual untuk WBP pada malam petang Sabtu, 21 Februari 2026 di Lapas Kelas III Suliki, kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Ketika acara taushiyah berlangsung, WBP mengikuti pembinaan dengan penuh perhatian dan ketenangan. 

Farid Wajdi, S.H., M.Si., Kalapas Kelas III Suliki melalui Kasubsi Pembinaan WBP Rahmadanel M. Agusta, S.H menerangkan bahwa " Di Lapas Suliki Limapuluh Kota seperti yang kita bahas sebelumnya, WBP berperan sebagai santri dalam program pesantren untuk penguatan spiritual." terangnya.

"Lapas ini  menjadi Lapas berbasis pesantren pertama di Sumbar sejak diresmikan pada Maret 2023. Program ini merupakan kolaborasi antara Lapas Suliki, Kemenag Limapuluh Kota, dan mitra seperti KUA Suliki serta BKMT, dengan tujuan membina mental spiritual warga binaan pemasyarakatan (WBP)." paparnya.

Dikutip dari beberapa Sumber disebutkan "program Lapas berbasis pesantren ini dimulai dari pembahasan pada akhir 2022, di mana WBP dijadwalkan sebagai santri dengan pembelajaran ilmu agama dan pengetahuan umum."

"Peresmiannya dilakukan oleh Bupati Safaruddin dan Kanwil Kemenkumham Sumbar pada 6 Maret 2023, bernama Pondok Pesantren Al-Inabah. Ini menjadi inovasi pembinaan kepribadian yang unik di Ranah Minang."

"Program dan AktivitasKegiatan rutin setiap Senin-Rabu pukul 09.00-11.00 WIB di Masjid Lapas, mencakup tilawah Quran, tajwid, kajian agama, dan pembinaan kepribadian oleh penyuluh PAI, instruktur Kemenag, Baznas, serta dari Pondok-pondok pesantren se Limapuluh Kota secara bergantian dengan respons positif dan antusiasme tinggi."

"Pada Februari 2024 lalu, 40 orang WBP wisuda tahfidz Juz 30 dan khatam Al-Quran, diuji oleh BKMT dan KUA Suliki; keluarga dan Staf Ahli Bupati hadir menyambut haru. Program berlanjut di Ramadhan 2025 dengan target 40 santri khatam Quran lagi."

Ustazd Amar Makruf, S.Hi penyuluh Agama KUA Suliki mengatakan "kami dari KUA terus giat menyukseskan program Lapas berbasis pesantren itu. Diharapkan Program ini membentuk WBP layaknya santri, meningkatkan iman, dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat tanpa stigma." harapnya. 

Pemerintah daerah dan Kemenkumham berkomitmen melanjutkan untuk perubahan perilaku positif. (F. Malin Parmato). 

Komentar0

Posting Komentar

Type above and press Enter to search.