Bukittinggi TriargaNews - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bukittinggi terus menggencarkan sosialisasi Operasi Patuh Singgalang 2026. Salah satu upayanya dilakukan melalui kunjungan Kanit Regident Satlantas Polresta Bukittinggi, IPDA Wawan Mulyawan SH, bersama sejumlah personel ke Sekretariat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi, di kawasan Tangah Jua, Selasa (27/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam menyebarluaskan edukasi keselamatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas.
Dalam pertemuan itu, jajaran Satlantas Polresta Bukittinggi mengajak media yang tergabung dalam SMSI untuk berperan aktif menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026. Melalui pemberitaan yang informatif dan edukatif, masyarakat diharapkan semakin memahami aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Satlantas Polresta Bukittinggi, April, menyampaikan bahwa Operasi Patuh Singgalang 2026 berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi perhatian dalam operasi tersebut, di antaranya kelengkapan dokumen kendaraan, penggunaan pelat nomor sesuai ketentuan, kelengkapan kaca spion, serta kewajiban menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor.
Selain itu, pengendara juga diingatkan agar tidak melawan arus dan tidak membawa penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan.
Salah satu fokus yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 adalah penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau yang dikenal sebagai knalpot brong.
Penggunaan knalpot tersebut kerap menimbulkan kebisingan dan dikeluhkan masyarakat karena mengganggu kenyamanan serta ketertiban lingkungan.
“Target utama kami adalah knalpot brong. Kami ingin tidak ada lagi knalpot brong di Kota Bukittinggi. Ini yang ditekankan oleh Bapak Kapolresta,” ujar April saat menyampaikan sosialisasi.
Menurutnya, pada tahap awal pelaksanaan operasi, kepolisian mengedepankan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat. Langkah tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada pengendara agar mematuhi peraturan dan melengkapi persyaratan berkendara.
Setelah tahap sosialisasi, kepolisian akan meningkatkan penindakan terhadap pengendara yang masih melakukan pelanggaran. Penindakan tersebut akan melibatkan personel Turjawali Satuan Lalu Lintas Polresta Bukittinggi.
Di samping Operasi Patuh Singgalang, kegiatan razia cipta kondisi (Cipkon) juga tetap dilaksanakan, terutama pada malam Minggu dan malam Senin. Pemeriksaan turut menyasar kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kepolisian berharap tercipta kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman di Kota Bukittinggi.
Ketua SMSI Kota Bukittinggi, Roni Novendra, didampingi Bendahara SMSI, Elly Syafni, menyambut baik kunjungan jajaran Satlantas Polresta Bukittinggi ke sekretariat organisasi tersebut.
Roni menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta informasi yang diberikan kepolisian mengenai pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026.
Ia menegaskan, media memiliki peran strategis dalam mendukung upaya kepolisian meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas. Melalui pemberitaan yang berimbang dan edukatif, pesan-pesan kepolisian dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami dari media yang tergabung dalam SMSI akan ikut menyosialisasikan informasi ini kepada publik melalui pemberitaan di media masing-masing. Kami berharap informasi dari kepolisian dapat tersampaikan dengan baik sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas,” ujar Roni.
Ia juga berharap hubungan baik antara SMSI Kota Bukittinggi dan Polresta Bukittinggi terus terjalin melalui komunikasi serta kerja sama yang berkesinambungan, terutama dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan media merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran publik, bukan hanya dalam hal kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Dengan adanya sinergi tersebut, pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat Kota Bukittinggi.(Elly)


Komentar0