![]() |
| Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang memberi sambutan pada acara Musda VI MUI Limapuluh Kota pada Sabtu (31/10/2026) |
Payakumbuh, Triarganews.com – Dedikasi Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni, terhadap sektor keagamaan dan pendidikan di daerahnya kembali menjadi sorotan. Secara blak-blakan, Safni mengungkapkan bahwa dirinya telah memberangkatkan 10 orang warga berprestasi untuk menunaikan ibadah umrah. Menariknya, seluruh biaya tersebut murni menggunakan dana dari kantong pribadinya, bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Fakta ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lima Puluh Kota di Hotel Mangkuto Syariah, Payakumbuh, Sabtu (31/10/2026).
Di hadapan para ulama dan tokoh masyarakat, Bupati Safni menjelaskan bahwa dana ratusan juta rupiah tersebut disisihkannya dari hasil kebun kelapa sawit miliknya yang berada di Provinsi Riau. Ia juga menjabarkan secara logis mengapa apresiasi sebesar itu tidak mungkin mengandalkan gajinya sebagai kepala daerah.
"Satu orang berangkat umrah itu biayanya sekitar Rp30 juta. Kalau dikali 10 orang, totalnya sudah mencapai Rp300 juta. Kalau dengan gaji, tidak mungkin bisa. Gaji bupati berapa lah, cuma 5 juta lebih satu bulan kan," ungkap Safni yang mengundang senyum dan apresiasi dari para tamu undangan Musda.
Penerima hadiah umrah gratis dari dana pribadi Bupati ini merupakan individu-individu yang dinilai memiliki prestasi luar biasa. Beberapa di antaranya adalah seorang siswi SMPN 1 Guguak yang berhasil menjadi penghafal Al-Qur'an (hafizah) 17 juz, serta mahasiswa berprestasi dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani).
Melalui keteladanan ini, Safni berharap dapat memotivasi generasi muda di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk terus mencetak prestasi, baik di bidang akademik maupun keagamaan.
Lebih lanjut, ia turut menantang para pengusaha biro perjalanan umrah lokal serta Kantor Kementerian Haji dan Umrah di wilayah tersebut untuk bersinergi. Ia berharap ke depannya ada alokasi kuota umrah gratis yang ditujukan khusus bagi para ulama, pengurus MUI, tokoh LKAAM, serta Bundo Kanduang terbaik di setiap kecamatan. (F. Malin Parmato)

Komentar0