24 C
id

EKSOTIS DIMALAM TAKBIRAN

Labuang - Rabu/24/08/2011 |

Berbagai macam cara dilakukan orang untuk mengekspresikan kebahagian di bulan Syawal ini. Entah kebahagian beroleh kemenangan setelah berpuasa, entah kebahagian bertemu dengan sanak-saudara, entah kebahagian lepas dari kekangan syahwat dan dahaga. Selasa malam (23/08) pukul 22:00 Wib. dentuman Bas Speaker orgen tunggal yang digelar Ikatan Pemuda Canduang Labuang (IPCL) di halaman SDN 14 V Suku Ateh berbalas-balasan dengan Mega Phone sorak takbiran jama'ah masjid Nurul Yaqin Labuang.

Perbedaan kontras terlihat antara keduanya. Hal itu menarik perhatian Fitrayadi salah seorang crew CMC untuk melihat lebih dekat ke lokasi. Atas bantuan Ary Aldyno salah seorang Blogger Canduang yang juga pemuda Labuang akhirnya Fitrayadi berani masuk ke lokasi dengan menutup wajah dengan helm. Ternyata benar, Ratusan muda-mudi bahkan orang tua-tua berlindung di kegelapan malam dan sebagian lainnya berada ditengah lapangan menonton bujang gadis yang sedang berjogetan di atas panggung. Pemuda-pemuda dari jorong sekitar ramai berdatangan, mereka berganti-gantian per sepuluh orang naik pentas dengan insert Rp. 20.000 per orang.

Setelah mengambil dokumentasi beberapa photo, lalu Fitrayadi beranjak pergi ke Masjid tempat takbiran berlangsung. Ternyata wali jorong Labuang Tasmandianto berada disana, takbiran bersama jama'ah lainnya. Dari keterangan wali jorong didapat bahwa pemuda-pemuda itu telah minta izin jorong bahkan ke Polsek IV Angkek Canduang dan membayar Rp. 300.000 untuk izin mengangkat acara itu. Mereka memprediksi acara itu berlangsung pada H + 2 Idul Fitri. Ternyata masyarakat Canduang Idul Fitri pada hari Rabu (24/08) mengikut pemerintah.

Lalu panitia acara pergi ke Payakumbuh menemui pemilik orgen untuk mengundur jadwal acara, tetapi sayangnya jadwal mereka penuh dan uang panjar Rp. 5.000.000 yang telah diserahkan dimuka tidak bisa pula dikembalikan. Karena itulah mereka tetap melaksanakannya pada malam takbiran. Tapi sejak sore sampai pukul 22.00 Wib. tadi, mereka takbiran disana. Kemudian menelpon saya minta izin dimulai acara. Lalu saya izinkan dengan syarat menjaga keamanan dan tatakrama kata Tasmandianto. Hal itu juga dibenarkan oleh Rizki Hidayat ketua panitia pelaksana. Hidayat menambahkan bahwa Uang Rp. 5.000.000 itu adalah untuk acara 2 malam, Selasa malam dan Rabu Malam.

Rudi dan Zainal tokoh pemuda dan agamawan di jorong Labuang mengaku tidak mengetahui sama sekali aktifitas seperti apa yang mereka lakukan di acara orgen tunggal itu. Setelah melihat photo-photo eksotis dokumentasi Fitrayadi, keduanya tersentak kaget membaca "Astaghfirullah... alah ka karam nagari awak ko, kito dibawah gunuang Marapi kini mah...". Aksi seperti ini sangat tidak pantas sekali di nagari kita yang beradat ini ketus mereka. Hal ini menjadi catatan bagi kami untuk dibahas pada rapat niniak-mamak di sidang nantinya kata Rudi yang juga pengurus Sidang Masjid Nurul Yaqin Labuang. Ini sangat memalukan. Ini juga harus di bahas oleh wali nagari atau BAMUS nagari kata mereka serempak.

Bukannya kita melarang acara orgen, tetapi teknisnya perlu diperhatikan. Nilai-nilai kesopanan itu mesti ditaati. Selain itu kita mesti mencarikan acara-acara lain untuk menghibur pemuda tambah Zainal. Kalau sekarang dihambat pastilah tidak bisa lagi, karena mereka sudah seperti air bah yang tidak bisa lagi dihambat dengan papan kecil tambah Rudi. Harus dibuat pula acara lain untuk menyalurkan jiwa muda yang energik ini tanpa melanggar norma-norma adat maupun agama tukuk Zainal.

Acara serupa juga akan digelar di lapangan MIN Canduangdan di Simpang Koto Ambalau pada Kamis malam (1/09) mendatang. Jum'at(2/09) juga digelar di Koto Laweh dan Batu Gadang. Akan tetapi apakah Idul Fitri itu "Perayaan pemuasan selera terpenjara ataukah hari kemenangan dari maksiat dan dosa? | CMC-003
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
- Advertisment -
- Advertisment -