24 C
id

MAIRIAK TANGAH MALAM

Ahad, 26 Desember 2010


Karena taragak mairiak, maka kami pai ka sawah warga di Katinggian, Dusun Gobah, Jorong Lasi Mudo, Nagari Lasi. Kami sempat menelusuri jalan sepanjang 2 KM untuk menuju lokasi ditengah malam yang gelap gulita hingga dini hari Sabtu (25/12).
Tradisi " mairiak " padi merupakan tradisi lama yang penuh dengan falsafah dan filosofi budaya dan adat alam Minangkabau. Kegiatan yang memiliki sebagian kecil makna, berupa tingginya rasa kegotongroyongan, rasa senasib sepenanggungan, rasa solidaritas antar sesama, rasa malu ketika lewat dekat orang lagi sedang "mairiak " tapi tak mau menolong walaupun agak sebentar, rasa kebersamaan, dan masih banyak lagi arti dan makna yang tersimpan dalam kegiatan ini.

Namun dewasa ini, semangat kegotongroyongan dari budaya " mairiak " sangat perlu kita pertanyakan, apakah masih ada atau sudah lentur dan luntur serta sirna dari arus kebudayaan kita di ranah Minangkabau yang sangat kita cintai ini. Mungkin dibeberapa daerah, masih terpatri dengan kokoh rasa demikian, tapi bagaimana di daerah lingkungan sekitar kita, apakah budaya upah atau budaya mesin melalui pengolahan alat-lat pertanian yang sudah canggih dewasa ini sudah bisa menyingkirkan rasa-rasa yang sudah sangat kental dari budaya-budaya kita selama ini? Ini jadi renungan dan bahan kajian kita bersama. | CMC-001 M. Kayo




====================
Mohon komentar dan masukan...............!!!
Share postingan ini di facebook dan twiter anda. Click logo
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

- Advertisment -
- Advertisment -