24 C
id

69

Beberapa Catatan Perjalanan Bersama CMC

sebuah media penyampai informasi tentunya memiliki beberapa persyaratan mutlak, seperti keotentikan informasi yang disampaikan; keberimbangan informasi; keterbebasan informasi dari penjejalan ide reporternya; juga yang tak kalah pentingnya update informasi dan ketajaman serta kejelasan menyampaikan informasi.

Berangkat dari asumsi umum di atas, saya melihat adanya pergerakan serius dari Canduang Media Centre untuk menjadi kiblat informasi di Kecamatan Canduang yang merupakan ruang lingkup pemberitaan CMC. Para "urang Dapua" yang akhir-akhir ini disibukkan oleh bagaimana membenahi media ini secara lebih baik, juga telah berupaya (sejauh ini) saya lihat, untuk mendedahkan reportase apapun seputar Kecamatan Canduang dengan secepat, setepat dan seakurat mungkin.

Camat Canduang sendiri, Monisfar S.Sos, akhir-akhir ini, sibuk berkasak-kusuk kesana-kemari, menginformasikan sejauh mana perjalanan media nirlaba ini. Seorang Founding Father yang baik tentunya seperti itu, tidak hanya menggadang-gadang telah menemukan sesuatu, lantas membiarkannya terbengkalai menjadi sebuiah proyek mercusuar dan menara gading yang semakin tinggi dan tak terdaki. Saya betul-betul terperanjat kagum dengan sang Fonding Father yang satu ini, seorang mantan jurnalis yang sampai hari ini masih belum kehilangan taring sebagai seorang jurnalis dan berusaha mengejawantahkannya pada Canduang Media Centre yang hari ini dibangun dengan semangat kebersamaan dan peduli kampung halaman.

Alih-alih, Camat Canduang yang notabene bukan putra Canduang, tapi mempunyai spirit yang luar biasa membangun Canduang dengan berbagai cara, salah satunya lewat media pemberitaan ini, tentunya ruang pemahaman kita tentang seorang jurnalis, reporter atau apalah namanya,akan semakin diperkaya oleh sebuah kenyataan yang mencengangkan ini: pengabdian dan panggilan jwa seorang jurnalis. Bayangkan!

Kembali kepada asumsi media penyampai informasi di atas, saya juga sangat sepakat kalau para "urang dapua" lebih kritis lagi, lebih korektif lagi dalam menyajikan reportase, berarti para "urang dapua" mesti berbenah lagi dengan lebih "serius", semenjak dari memilih bahan berita, memperbanyak ragam berita, menganalisis berita yang bakal digelontorkan, dan mengoreksi ulang setiap detil kata dan kalimat yang bakal dipublish dan dikonsumsi publik.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat "jatah" sebuah baju seragam "urang dapua" CMC yang sangat eksklusif dan elegan. Saya girang bukan main, bangga bukan main dan "ongeh" bukan main. Kemana-mana baju itu saya "palanggak-langgak"kan ("tak gendong kemana-mana" versi Mbah Surip alm.), tapi apa lacur, akhir-akhir ini saya sadar juga, bahwa seragam CMC secara teoritis-historis adalah sebuah bentuk kerja keras, sebuah pengabdian setulus hati, sebuah kejujuran dan kerendahan jiwa untuk "berkata", juga sebuah kerelaan memberi tanpa memandang kembali ( karena dari berbagai sumber saya mendapatkan informasi bahwa baju seragam tersebut dibeli oleh Camat Canduang dengan merogoh koceknya sendiri dan baju dengan disain eksklusif itu saya dapatkan "perai" alias gratis). Tentang baju itu, saya akhirnya betul-betul tafakur, termenung lama sekali. Ada tugas sangat berat di pundak untuk betul-betul serius membenahi CMC, tanpa pamrih, tanpa "ongeh" dan tanpa "mampalanggak-langgak"kan.

Disamping beberapa hal yang telah saya sebutkan di atas, masih terdapat beberapa hal menggelitik dari CMC yang masih sangat muda ini, diantaranya: Web Hosting yang dipergunakan masih "numpang" di blogger (walaupun domainnya sudah "dibelikan" oleh salah seorang dermawan beberapa waktu lalu). Pernah juga disain dan template CMC dikritik habis-habisan karena mengganggu pandangan di sana-sini, fontnya yang tidak bersahabat dengan mata dan lain sebagainya. Masukan bagus nya dari kritikan salah seorang perantau canduang dan kini berdomisili di Pekanbaru sebagai seorang dosen pemrograman web ini kepada "urang dapua" adalah, jadikan CMCini menjadi sebuah web profesional dengan dilengkapi data base memadai serta mempergunakan bahasa pemrograman utuh untuk merancang disain serta tampilan CMC agar lebih baik dan menarik.

Soft opening pada tanggal 08 Maret besok sudah semakin dekat. Mudah-mudahan catatan singkat ini mampu menjadi stimulus yang sehat buat seluruh "urang dapua",Founding Father, simpatisan, pengunjung,dermawan, kontributor dan seluruh perantau Canduang yang sempat "singgah" di web CMCini, bahwa ada yang lebih agung untuk diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, seserius mungkin dan sepenuh pengabdian serta cinta kampung halaman, yaitu keseriusan menyumbangkan apapun yang bisa kita sumbangkan sebagai bukti kita ada dan hadir sebagai seorang pencinta tanah tapian. Salam! (Akhyar Fuadi)


----------------------------------------------------------
Armel Basri
Armel Basri
Salut, pandangan yg amat jenius dan menggelitik dari seorang Akhyar tentang " Baju perai alias gratis bukannya untuk dipelanggak-pelonggokkan kian kemari tanpa ada rasa perjuangan". Dan mudah2an gelitikan yg disampaikan mampu menggelitik.

Masalah tampilan CMC yg dikritik habis2an oleh pakar telekomunikasi, itu biasa2 saja. Ingin maju harus berani menerima kritikan. walaupun begitu, tampilan CMC saat ini diciptakan oleh urang dapua secara otodidak merupakan sesuatu hal yg luar biasa. Dan itu harus kita berikan apresiasi yg positif buat uragng dapua CMC yg berupa sekumpulan anak muda yg berani berkreasi.

Saat ini, masalah tampilan bukanlah masdalah yg prinsipil bagi media pemberitaan. saat ini yg dipentingkan ialah bagaimana memberi nuansa isi bermanfaat bagi yg mengklik CMC. Sambil berjalan diyakini CMC akan terus berbenah diri. CMC tidak akan berpuas diri dengan yg telah dihasilkan saat ini.... Lihat Selengkapnya

Untuk berbenah diri CMC memang harus menerima segala masukan dan kritikan dari segala pihak. Suatu ilmu pengetahuan tidak akan pernah berdiri sendiri untuk bisa bermanfaat bagi org banyak. Seorang manusia jenius pun tidak akan bermultiguna kalau hanya berjalan sendiri dengan kemampuan yg dipunyainya. Semua bidang pengetahuan dan bidang keilmuan harus dapat dipadukan dan dimanfaatkan untuk kemajuan CMC oleh urang dapua.

Tip, buat urang dapua CMC, mari terus berjuang dan berkarya dan jangan cepat berpuas diri akan keberhasilan. Di atas langit masih ada langit. Kritikan yg disampaikan pakar telekomunikasi mensinyalkan pada kita semua, dalam hidup ini tidak ada yg sempurna dan digdaya. Hanya dg rasa rendah dirilah yg akan dapat menambah diri kita untuk berisi dan berilmu. Kepongahan hanya akan menutup ruang untuk mengisi diri dari berbagai ilmu pengetahuan. Salam.

Akhyar Fuadi
Akhyar Fuadi
setuju pak..setuju..koreksian untuk seluruh "urang dapua" tentunya...mksh komentarnya pak...
Hari ini jam 14:02 · Laporkan
Fitra Yadi
Fitra Yadi
Saya suka pandangan ustazd... ini adalah catatan perjalanan CMC...
dari hari ke hari, CMC semakin dewasa walaupun dengan merangkak.
mudah-mudhan kita tiap hari bisa terus maju dan bertambah baik lagi kemampuan menulis kita.
etika dan estetika yang sudah kita bangun bersama mari tetap kita pertahankan. Keikhlasa, memberita tanpa minta kembali, ... Lihat Selengkapnyakepekaan sosial, bertanggung jawab, egaliter, saling berbagi ilmu dan kemampuan, kekeluargaan dan lain-lain harus tetap di pertahankan dan dikembangkan.
Insyaallah setelah kita berhasil belajar Joomla, dan Dream Veaver nantinya. Kita kan beli hosting dan berusaha tampil menjadi web profesional. Smoga

Akhyar Fuadi
Akhyar Fuadi
@webmaster: semoga ust, yang paling saya sukai dari CMC sebagaimana diamini pak Armel, "urang dapua" CMC pada rendah hati semua hehehe...i love you ust..kapan pulang?

Akhyar Fuadi
Akhyar Fuadi
@webmaster: skalian tadi sudah saya kirim catatan catatan ini ke email CMC, mudah-mudahan publisher'y berkenan melihat-lihat catatan ini walau tidak untuk diterbitkan sekalipun hehe..

Nurus Shalihin Djamra
Nurus Shalihin Djamra
Mantapp......... teruskan...

Fitra Yadi
Fitra Yadi
@Ustazd Katik: Urang dapua CMC pada rendah hati semua... itu termasuk ustazd sendiri. he heheh Insyaallah ambo tibo di Canduang, tengah malam hari Jum'at 05 Maret ini.

Catatan-catatan ustazd itu akan dimasukkan ke kolom opini, setelah pengeditan dan penambahan katan-kata oleh publisher.

Syukran ya ustazd.. nanti kita posting tulisannya....
Salam

Indra Prayogo
Salut di semoga suksess...dan jangan lupa berbuat yang terbaik buat agama ini yang sekarang udah sekarat dihantam disana sini, semoga kita diberikan kesabaran dlm mghadpi cobaan ini.Amiin...

Bianglala Senja
esok masih menanti dengan sebuah tanjakan tajam yg harus di daki,lalu malam ini kita boleh?beristirahat agar esok dg semangat menyala menerjang kembali kerikil kerikil tajam yg melambai dg manis di depan mata?????salut buat khatiQ.....
Jum pukul 20:53


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

3 komentar

  1. semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada semua yang telah memberikan yang terbaik untuk kecamatan Canduang...Amin..

    BalasHapus
  2. Selamat berjuang untuk CMC.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah dgan adanya CMC ini menambah semakin dekatnya antara perantau dengan dunsanak nan tingga dikampuang dalam manjago nagari nanditinggakan.... moga ini adalah wadah informasi antara perantau dengan dunsanak dikampuang... Bravoo... CMC ( mc.wan balai )

    BalasHapus
- Advertisment -
- Advertisment -