24 C
id

58a

Pak Camat sedang membukak akses komunikasi dengan perantau Jakarta, batam, bintan, lubuk linggau
batam dll
komunikasi antar perantau belum maksimal
dirantau ada ikck
ada ikl
ada ikbb
selama ini unit organisasi pernagari belum jalan
malahan ironis tidak saling kenal
dari hasil pertemuan di jakarta dan bandung kemaren
diharapkan pada masa yang mendatang
ada satu link organisasi untuk satuan kecamatan
untuk anak nagari kecamatan canduang
semuanya dibawah naungan forum anak nagari kecamatan canduang
supaya ada silaturrahmi, jiwa saling membangun
dengan adanya forum komunikasi anak nagari kecamatan canduang itu maka akan....
ICK mempunyai akses lahan usaha... karena tidak ada lagi maka diambil orang dari luar pulau
padahal masih ada di lasi, atau bukik batabuah
ada satpol pp urang lasi, manggaleh kaki limo urang bukik batabuah
urang kampuang sendiri di tankoknyo karena tidak tahu

banyak potensi yang bisa di olah kalau link ini sudah dapat di buat
alhamdulillah tanggapan yang ada dijakarta bintan, batam, lubuk linggau, palembang, mereka
ingin menyatu dan mereka sangat respon ingin berkumpul
adanya forum anak nagari kecamatan canduang ini tidak akan menutup IKCK, IKL IKBB
ini baru dibangun
kalau ini terwujud, dalam waktu dekat
pertemuan ini sudah diawalai pertemuan di pamulang atara IKCK, IKL dan IKBB
untuk mensingkronnyo nanti akan membawa 3 orang wali nagari ke jakarta
direncanakan awal2 november ini di jakarta
diawalai dari jakarta dulu

knapa sangat penting dan urgen sekali
karena membangun kampung
ada yang bisa diparambiak dengan memberdayakan perantau
kalau masalah sarana biarlah pemerintah, seperti jalan, pasar, jembatan, dan irigasi
kalau uintuk pemberdayaan ekonomi, kita berdayakan potensi rantau

yang diharapkan dari rantu itu ada semacam linknya rerlasi dan akwan-kawannya bukan hanya uang
tidak tertutup kemungkinan untuk membangun kampung nantinya orang garuda indonesia atas link orang canduang itu


salahlah anggapan pemberdayaan terhadap perantau itu adalah mengharap uangnya sendiri

kadang kalau lucu sekali rasanya ketika ada perantau pulang kampung 4 proposal langsung
dis edor kan kepada mereka
padahala mereka pulang entah dengan uang dari mana..

sama dengan reuni, minta pitih ketika acara reuni
kalau akan minta uang, jangan pada hari itu..




harpan camat, kalau dapat menghidupkan jaringan perantau ini melalui CMC
sekarang telah dipasang internet hampir disluruh sekolah dan dinas di canduang
jadikanlah CMC ini sebagai media diskusi, antara sesama perantau, perantau denagn kampung.

kalau butuh untuk berdiskusi dengan pemerintah nagari atau kecamatan pemerintah siap datang
ke tempat, dimanapun, walaupun dengan dana apa akan datang kesitu

2.
apabila jaringan ini telah hidup nanti, kita akan konsep disetiap jorong itu badan baitul mal
untuk menghimpun masukan dana dari perantau dalam konsep satu pintu
urang memasukkan proposal ke rantau hanya melalau baitul mal itu lagi.
baitul mal inilah nanti dengan kriteria2nya akan mendistribusikan dana dari rantau,
semisal untuk dana orang miskin yang tidak masuk kartu kesehatan jamkesmas, untuk masjid, anak yatim, pemuda, dll
beasiswa, kesehatan, sosial, bencana dll

jadi tidak perlu lagi, orang kampung berpacu memberi proposal bakaja2 ke orang rantau.
sekarang cukup lembaga baitul mal untuk
orang2 yang duduk di baitul mal ini orang yang terpercaya oleh masyarakat
setiap baitul mal, pembukuannya dilaporkan di CMC
pengawasan dan pelaporan dana melalui cmc
cmc pengawal dan pengawas untuk menepis krisis kepercayaan antara masyarakt rantau dan kampung

biasanya terimakasih saja tidak

kalau memang ada niat orang rantau untuk menyalurkan beasiswa, tetapi melalui baitul mal
ditakuti, dengan adanya baitul mal ini akan terhenti program beasiswanya. tidak.... itu tetap dengan tidak merobah
konsep yang telah direncanakan oleh perantau


===============================================

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

- Advertisment -
- Advertisment -