24 C
id

Bidang Kemasyarakatan

Bidang Kemasyarakatan
Khusus pelaksanaan program kegiatan pada bidang ini lebih banyak dan fokus pada pembinaan dan intevensi program dalam rangka menumbuhkembangkan serta pemberdayaan kelompok-kelompok ke agamaan, adat, seni budaya, dan sosial ekonomi yaitu :
1)      Menyadari bahwa kualitas pelayanan baik dan memuaskan hanya dirasakan oleh masyarakat, maka dalam upaya penyempurnaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sangat diperlukan suatu masukan, koreksian dan kritikan dari masyarakat yang dilayani. Untuk mendapatkan masukan, koreksian dan kritikan tersebut disediakan kotak pengaduan serta memberikan questioner terhadap pelaksanaan pelayanan.
2)      Pelaksanaan Kegiatan pengentasan kemiskinan dengan memfasilitasi dan mengkoordinasikan pelaku lintas sektor baik pada lini horizontal maupun vertikal sejalan dengan program Pemerintah. Disamping itu kami juga melakukan intervensi program dengan melibatkan dan mengarahkan lembaga keuangan mikro yang ada di Kecamatan Canduang untuk bersama memprioritaskan alokasi pinjaman bagi peningkatan usaha produktif keluarga. Selaku pribadi Camat kami juga melakukan intervensi kegiatan insidentil langsung kepada masyarakat kurang mampu yang mengalami kondisi darurat diantaranya :
-          Bantuan biaya persalinan Rp.1.500.000,- 1 unit Incubator 3 ruang, pakaian bayi  senilai Rp.750.000,- kepada GADIS, alamat Pauah jorong Lasi Mudo dari keluarga kurang mampu yang melahirkan bayi kembar 3.
-          Bantuan biaya wisuda pada STIT senilai Rp. 2.500.000,- kepada EKA PUTRI seorang anak berprestasi dari Keluarga kurang mampu alamat XII Kampuang  Nagari Canduang Koto Laweh.
-          Bantuan beasiswa Rp.100.000,- per bulan bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu bernama..... alamat jorong XII Kampuang Nagari Canduang Koto Laweh.
-          Bantuan penambahan honor guru MDA Pincuran Gauang Jorong Batang silasiah Nagari Bukik Batabuah untuk 3 @ Rp.50.000,- perbulan
-          Bantuan pengobatan dan kebutuhan pokok senilai Rp.700.000,- ternak itik petelur 25 ekor kepada BAITUL MAKMUR St. SATI Kepala RUTA miskin yang diamputasi bagian kakinya karena infeksi alamat Bonjo Ambacang Jorong Lasi Tuo nagari Lasi.
-          Bantuan modal usaha Rp.500.000,- bagi seorang mu’alaf bernama I KETUT SWASTIKA dari keluarga kurang mampu beralamat Jorong Batu Balantai Nagari Canduang Koto Laweh.
-          Memfasilitasi bantuan biaya pengobatan, dan kebutuhan hidup Rp.1.000.000,- serta bantuan 2 lembar kasur kepada MURYATI ibu RUTA miskin alamat ponggongan jorong Lasi Mudo Nagari Lasi.
Dari seluruh kegiatan pengentasan kemiskinan yang dilakukan di Kecamatan Canduang melalui strategi tugas pokok dan fungsi dan intervensi program Sapta Karya Pemberdayaan baru dapat mengentaskan kemiskinan sebanyak 216 KK dari total 1521 KK miskin tahun 2008 berkurang menjadi 1305 tahun 2010. Untuk lengkapnya nama dan alamat KK yang terentaskan dapat dilihat pada lampiran.
3)      Memberikan apresiasi, motivasi dan sosialisasi terhadap kelompok-kelompok keagamaan yang ada di Kecamatan Canduang seperti kelompok Yasinan, Shalawat nabi, Asmaul Husna dan Group Rebana serta tumbuhnya kelompok pengajian Majelis Taklim pada masing-masing jorong.
4)      Membentuk organisasi-organisasi keagamaan yang selama ini belum ada dan menyempurnakan kepengurusan dalam rangka menggalang persatuan dan kesatuan ummat, sampai saat ini telah terbentuk dan dibenahi sebanyak 7 organisasi keagamaan, diantaranya Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Badan Amil Zakat, BP4, BKMT, BK-MDA,DMI dan Lembaga Didikan Subuh Kecamatan., LPTQ, dan BKPMRI.
5)      Pelestarian nilai-nilai adat salingka nagari yang ada di Kecamatan Canduang, terutama bagi generasi muda dengan kegiatan pendidikan dan latihan Alua Pasambahan, Curaian adat 1 kali dalam seminggu dengan melibatkan secara lagnsung dan aktif Ketua  LKAAM Kecamatan, KAN, dan tokoh adat masing-masing nagari.
6)      Pelestarian Rumah Adat, Rumah Gadang, dan Rumah Bagonjong yang ada di Kecamatan Canduang melalui Penghentian kegiatan jual beli yang selama ini terjadi, dimana sampai saat ini sudah tidak ada lagi kegiatan tersebut, namun ke depan perlu payung hukum berupa Perda Kabupaten Agam tentang Pelestarian Rumah Adat, Rumah Gadang, dan Rumah Bagonjong yang pada akhirnya tidak hanya sekedar penghentian jual beli tetapi benar-benar mampu melestarikan di Ranah Bundo. Untuk Rancangan Perda dimaksud kami siap memberikan masukan hasil dari pembahasan dan diskusi dengan tua adat beserta pemangku adat selama ini.
7)      Mendorong tumbuh dan berkembangnya peranserta generasi muda melalui kegiatan-kegiatan seni, budaya, sosial dan ekonomi dengan kegiatan :
ü      Pembentukan Karang taruna di masing-masing nagari.
ü      Memfasilitasi terciptanya lapangan kerja dengan pengembangan dan pengelolaan Ekowisata menjadi suatu Kawasan Ekowisata dan Wisata Alam Pegunungan yang meliputi ke tiga nagari.
ü      Memangkitkan semangat dan kepedulian generasi muda terhadap wawasan kebangsaan dengan melibatkan organisasi kepemudaan yang ada dalam upacara kesadaran Nasional dan Wirid bulanan.
ü      Mengaktifkan gerak Lembaga Pemerhati Bangsa dan Lingkungan Hidup yang mewadahi generasi muda dalam mengamankan dan mengawasi keasrian dan pelestarian lingkungan dengan kegiatan Lomba Lintas Alam Merapi setiap tahun yang diikuti oleh utusan daerah se Sumbar.
8)      Memfasilitasi dan Mendorong terlaksananya kegiatan bidang-bidang pertanian organic yang dikelola oleh Kelompok Sentra Tani Salendang Merapi dengan pencanangan Canduang Organik 2012 dengan kegiatan :
ü      Pembuatan pupuk organic / kompos
ü      Pembibitan tanaman pelindung dan produktif dari segala jenis yang tersedia.
ü      Memasyarakatkan tanam padi sabatang
ü      Memasyarakatkan dan membudayakan penggunaan pupuk organic.
ü      Memfasilitasi penyediaan lahan untuk Pengolahan Sampah menjadi pupuk organic, dimana sampai saat ini lahan tersebut masih tersedia dan siap selalu untuk dimanfaatkan Pemerintah untuk pengelolaan sampah yang operasionalnya dalam kegiatan Kelompok Tani Salendang Merapi.
g)        Pembinaan generasi muda yang terhimpun dalam LIPBLH, sehingga mampu digerakkan untuk tanggap dan penanggulangan bencana yang terjadi di Kecamatan Canduang.  Seperti galodo tahun 30 Maret 2009 secara dini distribusi bantuan logistic untuk lebih kurang 600 KK di Jorong Puti Ramuh dan 100 Janjang yang terisolasi berjalan lancar, didapatkannya data dan dokumentasi dampak bencana beberapa saat setelah kejadian sekaligus disajikan sebagai bahan ekspose kepada Pejabat Pemerintah tingkat atas dalam kunjungan sebelum peninjauan lokasi bencana. Tindakan tanggap bencana ini menjadikan Kecamatan Canduang ditetapkan Bupati Agam sebagai Posko Tanggap Bencana Galodo 2009 Kabupaten Agam yang meliputi Kecamatan Ampek dan Baso sebagai yang dengan program penanggulangannya dapat segera dilakukan.
Disamping tanggap dan penanggulangan bencana di Kecamatan Canduang, LIPBLH ini juga digerakkan dalam pencarian dan evakuasi korban bencana serta bantuan tenaga rehab-rekons pasca bencana Gempa bumi di Kecamatan Malalak.
h)        Pelaksanaan kegiatan perbaikan prasarana pertanian masyarakat yang rusak dan hancur akibat bencana galodo, dengan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga sehingga kekhawatiran akan terjadinya fuso dan kegagalan panen sector pertanian bisa dihindari dengan system :
ü      Menghimpun dana dan bantuan donatur selanjutnya disetorkan ke Toko Bangunan “Budi Anda” di Baso, kemudian Budi Anda mendistribusikan setiap permintaan kebutuhan panitia rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur perekonomian masyarakat setelah sebelumnya mendapat persetujuan kami sampai berfungsi kembali. Hasil kerjasama tersebut melancarkan rehab-rekons fasilitas perekonomian masyarakat karena selalu tersedianya material bangunan yang dibutuhkan, sedangkan kekurangan dana yang merupakan hutang panitia kepada dapat dilunasi Panitia secara angsuran dan sebagiannya dijadikan hibah oleh Budi Anda.
ü      menggerakkan semangat gotong royong masyarakat ke tiga nagari secara terjadwal dalam kegiatan rehab-rekons fasilitas perekonomian masyarakat terutama dam dan saluran irigasi pertanian.
ü      membentuk tim pelaksana rehab-rekons infratruktur Pasca bencana di tingkat Kecamatan Canduang dengan melibatkan tenaga goro dari jorong-jorong tiga nagari, walaupun Nagari Bukik Batabuah tidak terkena musibah tetap berpartisipasi aktif mengikuti setiap goro dibawah koordinasi walinagari.
i)          Melihat topografi dan geografi Kecamatan Canduang yang lebih kurang 1/3 wilayah pemukiman berada di perbukitan dan lereng, dipandang sangat perlu keterlibatan, pemberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam kesiapsiagaan lebih dini dan tanggap terhadap bencana. Sebagai upaya untuk itu telah dibentuk Kelompok Siaga Bencana (KSB) Siaga Merapi di Jorong Lasi Mudo, yang bekerjasama dengan LSM Jemari Sakato Sumatera Barat dan Mercy Corp.
j)          Meningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diantaranya melaksanakan Pekan Panutan PBB pada tanggal 13 April 2010 di aula Kantor Camat Canduang dengan menyediakan Door Prise sebanyak 30 jenis sebagai motivasi dan apresiasi petugas pemungut di lapangan hasilnya pada hari tersebut terealisasi pemasukan PBB sebesar Rp.5.567.118. Dengan kegiatan ini dari tahun ke tahun telah bisa ditingkatkan pemasukan PBB walaupun prosentase capaiannya belum 100% sebagaimana terlihat dalam lampiran.
k)        Memfasilitasi dan menggerakkan keberadaan Majelis Taklim Dalam jangka waktu 3 tahun ini, perkembangan/pertumbuhan majelis taklim sangat pesat, sampai saat ini kelompok majelis taklim yang ada berjumlah 27 kelompok. pada jumat ke 4 setiap bulan dilaksanakan Wiridl Gabungan BKMT dan Korpri di Mushala Darul Jihad Komplek Kantor Camat Canduang.
Menjalin kerja sama dengan pihak PT. SURYA MANDIRI NUSANTARA Bukittinggi dalam mempublikasikan Sapta Karya Unggulan Kecamatan Canduang, sekaligus menghimpun dana pendukung kegiatan MERAPI.
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

- Advertisment -
- Advertisment -