Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Mandiangin Koto Selayan (MKS), Hamzah
Bukittinggi, Triarganews– Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Mandiangin Koto Selayan (MKS), Hamzah, menyatakan dukungannya terhadap keputusan pengunduran pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bukittinggi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan yang tepat untuk memastikan seluruh tahapan organisasi berjalan sesuai aturan dan mekanisme partai.
Hamzah menilai, sejak awal muncul berbagai dinamika yang menimbulkan pertanyaan di kalangan kader. Karena itu, penundaan Musda dinilai sebagai momentum untuk melakukan pembenahan agar proses yang dijalankan nantinya tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
“Kami menilai keputusan mengundurkan Musda Partai Golkar Kota Bukittinggi merupakan keputusan yang tepat dan sudah seharusnya diambil. Terus terang, sejak awal kami melihat banyak dinamika yang menimbulkan pertanyaan di kalangan kader. Karena itu, penundaan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh tahapan organisasi berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” ujar Hamzah pada awak media,, via telepon, Rabu (24/6/2026)
Sebagai pemilik hak suara dalam Musda, Hamzah menegaskan pihaknya menginginkan pelaksanaan Musda yang bersih, demokratis, transparan, dan memiliki legitimasi yang kuat. Menurutnya, proses pemilihan kepemimpinan partai tidak boleh meninggalkan kesan dipaksakan ataupun memunculkan persepsi adanya kepentingan tertentu yang lebih diutamakan dibanding kepentingan organisasi.
Ia menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai besar yang dibangun melalui aturan dan mekanisme organisasi yang jelas. Oleh karena itu, setiap tahapan harus dijalankan secara terbuka, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh kader.
“Jika sejak awal sudah muncul kegaduhan dan pertanyaan dari kader di bawah, tentu hal tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pimpinan partai,” katanya.
Hamzah berharap penundaan Musda dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang sehingga pelaksanaannya nanti benar-benar menjadi ajang konsolidasi dan pemersatu kader Golkar di Kota Bukittinggi.
Menurutnya, siapapun yang akan terpilih memimpin Partai Golkar Kota Bukittinggi ke depan harus lahir melalui proses yang bersih dan bermartabat. Hal itu penting untuk menjaga marwah organisasi yang selama ini telah dibangun dan dijaga oleh para kader.
“Jangan sampai marwah organisasi yang selama ini dijaga oleh kader-kader Golkar justru tercoreng karena proses yang menimbulkan tanda tanya di tengah kader sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hamzah menegaskan bahwa yang diperjuangkan para kader bukan sekadar persoalan menang atau kalah dalam Musda. Yang lebih penting adalah menjaga kehormatan partai, menghormati suara kader, serta memastikan organisasi tetap solid dan mendapat kepercayaan masyarakat.
"Karena itu kami mendukung penuh langkah pengunduran Musda demi terciptanya proses yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih sesuai dengan semangat demokrasi Partai Golkar,” pungkasnya.
(B Aura)

Komentar0