Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bukittinggi, Zikra Hermana Putra
Bukittinggi, Triarganews – Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bukittinggi, Zikra Hermana Putra, menegaskan pentingnya menjaga marwah dan kedaulatan Partai Golkar menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bukittinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Zikra saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (23/6/2026), menanggapi polemik yang berkembang terkait penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Bukittinggi yang belakangan menjadi perbincangan di kalangan kader.
Menurut Zikra, seluruh proses organisasi harus berjalan sesuai aturan partai, mulai dari AD/ART, Peraturan Organisasi hingga instruksi resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
“Golkar adalah partai besar yang dibangun dengan perjuangan panjang kader. Karena itu kami tidak ingin ada kebijakan yang menimbulkan kesan bahwa partai ini bisa diatur atau diobok-obok oleh pihak yang tidak memahami proses dan sejarah perjuangan kader di daerah,” tegas Zikra.
Tokoh muda yang juga dikenal sebagai pengusaha catering melalui Vanesha Catering tersebut mengatakan, kader muda Golkar tidak sedang mencari konflik ataupun perpecahan di internal partai. Namun, mereka menginginkan adanya kepastian dan transparansi terhadap setiap keputusan organisasi yang diambil menjelang Musda.
“Kami bukan sedang mencari konflik. Kami hanya meminta agar semua proses berjalan sesuai AD/ART, Peraturan Organisasi, dan instruksi resmi DPP Partai Golkar. Jangan sampai muncul kebijakan yang justru menimbulkan tanda tanya di tengah kader yang selama ini loyal kepada partai,” ujarnya.
Zikra juga menyoroti munculnya sejumlah figur yang dinilai tidak memiliki rekam jejak panjang di Partai Golkar namun tiba-tiba mendapatkan posisi strategis dalam struktur kepengurusan.
“Kader-kader muda bertanya, bagaimana mungkin ada orang yang tidak pernah terlihat berjuang bersama Golkar, tidak pernah membesarkan partai di saat sulit, tetapi tiba-tiba muncul dan memperoleh posisi penting. Pertanyaan ini wajar dan harus dijawab secara terbuka demi menjaga marwah organisasi,” katanya.
Sebagai organisasi sayap kepemudaan Partai Golkar, lanjut Zikra, AMPG memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan partai dan mengawal agar seluruh proses organisasi berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
"Kami menghormati semua pihak, tetapi kami juga mengingatkan bahwa Golkar Bukittinggi bukan rumah kosong yang bisa dimasuki dan diatur sesuka hati. Ada kader-kader yang telah bertahun-tahun berjuang, membesarkan partai, memenangkan pemilu, dan menjaga eksistensi Golkar di tengah masyarakat. Perjuangan mereka wajib dihargai,” tegasnya.
Meski demikian, Zikra mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam polemik yang dapat merugikan partai. Menurutnya, Musda harus menjadi momentum konsolidasi dan penguatan organisasi demi menghadapi tantangan politik ke depan.
“Perbedaan pandangan adalah hal biasa dalam organisasi. Namun satu hal yang harus dijaga adalah marwah Partai Golkar. Jangan sampai kepentingan tertentu mengorbankan persatuan kader dan mengabaikan aturan organisasi. Kami ingin Golkar Bukittinggi tetap kuat, bermartabat, dan dipimpin oleh proses yang sah serta transparan,” tutup Zikra.
(Bintang Aura)

Komentar0