TUMpTSOoTfrlGUY6GSr6GSW7BY==

Lima Bulan Pasca Banjir Bandang, Warga Muaro Pingai Masih Dihantui Trauma, J. Panito Tanjung Rilis Lagu “Hallo Pak Bupati Solok”


 Wartawan Solok: Jon Indra


Solok, Triarganews— Lima bulan pasca bencana banjir bandang yang melanda Nagari Muaro Pingai pada penghujung 2025, kondisi daerah tersebut hingga kini belum sepenuhnya pulih. Kecemasan dan ketakutan masih menyelimuti warga, terutama saat hujan turun.

Nagari yang berbatasan dengan Saningbaka dan Paninggahan itu masih menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari aliran sungai yang dangkal, lahan persawahan yang tertimbun material, hingga infrastruktur jalan yang belum diperbaiki.

Material batu dan kerikil yang terbawa arus banjir menyebabkan sungai menjadi dangkal, bahkan hanya setinggi tumit orang dewasa. Kondisi ini memperparah risiko banjir susulan karena daya tampung air semakin berkurang.

Pemangku adat Nagari Muaro Pingai, J. Panito Tanjung, menyebutkan bahwa pemulihan kondisi tidak cukup hanya mengandalkan gotong royong masyarakat, melainkan membutuhkan intervensi alat berat.

“Kondisi ini tidak bisa dipulihkan hanya dengan tenaga masyarakat. Harus menggunakan alat berat seperti ekskavator agar aliran sungai kembali normal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti rumitnya birokrasi sebagai salah satu penyebab lambatnya penanganan pascabencana. Menurutnya, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui jalur administrasi kerap tidak mendapat respons cepat.

“Kadang aspirasi masyarakat sulit didengar melalui jalur resmi. Namun jika sudah viral di media sosial, barulah mendapat perhatian,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan upaya menyuarakan kondisi warganya, J. Panito Tanjung yang juga aktif di dunia jurnalistik sejak 2005, merilis sebuah lagu berjudul “Hallo Pak Bupati Solok”. Lagu tersebut menjadi media penyampaian jeritan hati masyarakat Muaro Pingai kepada pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan lagu ini bisa membuka mata hati para pengambil kebijakan, khususnya Bupati Solok, agar segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan fasilitas umum, terutama bantaran sungai yang kini sangat mengancam keselamatan warga,” harapnya.

Trauma mendalam masih dirasakan masyarakat. Setiap hujan turun, warga diliputi kekhawatiran akan potensi banjir susulan. Air sungai yang cepat keruh dan meluap kerap menggenangi rumah warga.

Selain itu, kondisi infrastruktur yang rusak turut memperburuk keadaan. Jembatan penghubung antara Jorong Tanjung dan SD Negeri 01 Muaro Pingai di Jorong Guci IV dilaporkan putus total dan belum diperbaiki hingga saat ini.

"Anak-anak terpaksa menyeberangi sungai saat air dangkal untuk pergi ke sekolah. Jika hujan, mereka harus memutar sejauh kurang lebih dua kilometer,” jelasnya dengan nada prihatin.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, terutama pengerukan sungai dan perbaikan infrastruktur vital, guna mencegah risiko yang lebih besar di masa mendatang.

Lagu “Hallo Pak Bupati Solok” yang menjadi simbol suara hati warga Muaro Pingai tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube Deby Marping Official.


Editor: Lindafang 

Komentar0

Posting Komentar

Type above and press Enter to search.