Bukittinggi, Triarganews - Tekanan jumlah penghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi kian terasa. Dari kapasitas ideal yang hanya mampu menampung sekitar 242 orang, kini jumlah warga binaan melonjak hingga dua kali lipat.
Kondisi tersebut terungkap saat jajaran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi melakukan kunjungan silaturahmi ke lapas setempat, Rabu (22/4/2026).
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Abdul Silaban menyebutkan, saat ini total penghuni mencapai sekitar 500 orang. Rinciannya, 440 orang merupakan narapidana dan 60 lainnya masih berstatus tahanan.
“Komposisi penghuni sangat didominasi laki-laki, yakni sekitar 490 orang, sementara perempuan hanya 10 orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkara narkotika masih menjadi kasus paling menonjol di dalam lapas. Bahkan, jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari separuh total warga binaan.
Tak hanya itu, lapas juga menampung sejumlah narapidana dengan hukuman berat, termasuk pidana seumur hidup dari kasus-kasus serius seperti pembunuhan.
Meski tingkat hunian jauh melampaui kapasitas, pihak lapas memastikan kondisi masih terkendali. Pengelolaan dilakukan dengan berbagai penyesuaian agar aktivitas pembinaan tetap berjalan dan situasi keamanan terjaga.
Di sisi lain, terdapat satu warga binaan asal luar negeri yang telah menjalani masa pidana cukup panjang, yakni sekitar 18 tahun. Yang bersangkutan diperkirakan akan menyelesaikan masa hukumannya dalam dua tahun ke depan.
Upaya pembinaan terus diperkuat, salah satunya melalui program pendidikan. Lapas Bukittinggi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan akses pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan.
Pertemuan bersama SMSI ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pihak lapas dan media, sekaligus mendorong penyampaian informasi yang lebih terbuka kepada publik.
(**)


Komentar0