24 C
id

PERSAUDARAAN PEMBUNUH KONFLIK

Eksistensi agama dan adat, merupakan alat yang sangat vital dalam membentengi segala bentuk pertikaian dan permasalahan serta harus dilandasi dengan sikap persaudaraan yang cukup kental

“Kita tidak membutuhkan juru damai dan mediator yang banyak, sebab alat yang paling ampuh untuk memperkuat persaudaraan adalah melalui manisnya madu persaudaraan diantara sesama orang mukmin”, hal itu dikatakan Bupati Agam Indra Catri dalam wirid Korpri Jum’at (9/9) di masjid Nurul Falah Lubuk Basung.
Dikatakan bupati, konon adat juga memberikan penjabaran lebih jauh untuk memaknai pentingnya penyelesaian konflik, kalau “bacakak ka tangahkan carano”.

Kalau melibatkan banyak orang dan kaum maka dimusyawarahkan dengan ninik mamak. Intinya selesaikan konflik dan basmi bibit konflik dengan manisnya madu persaudaraan. Ada yang mengatakan untuk fase penyadaran sebab orang baru tahu sesuatu itu sangat berharga bila mana mereka sudah kehilangan.

Ditambahkan Indra Catri, kita tidak diajarkan untuk saling berburuk-burukkan, saling ejek dengan sebutan yang buruk apalagi memiliki sikap “Ghibah” atau saling makan bangkai dan minum darah saudara kita sendiri, sebab kebenaran itu hanyalah milik Allah semata.

“Sebab resep yang paling ampuh dalam memperkuat rasa persaudaraan adalah melalui, fitrahtul Fikriah (berpikir bersih ), Fitrahtul Qalbibiah ( jiwa yang bersih ) dan Fitrahtul Amaliah ( amalan yang bersih ),” papar bupati yang sangat dekat dengan masyarakatnya itu.

Apalagi, kita baru saja melaksanakan ibadah puasa, sebab puasa sesungguhnya mengajarkan kita untuk menjaga tiga hal tersebut. “Jadi sangat malang bila setelah berpuasa diantara kita masih ada bibit permusuhan, tidak mau saling memaafkan, dan tidak berupaya keras untuk menjaga ikhwatunnya,” pungkas Indra Catri. (AMC)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

- Advertisment -
- Advertisment -